Skip to main content
Monthly Archives

May 2018

Bagaimana Menjadi Agen Perubahan yang Baik | LSP ESQ

Bagaimana Menjadi Agen Perubahan yang Baik?

By Agent of ChangeNo Comments

Inilah cara yang perlu Anda ketahui tentang bagaimana menjadi agen perubahan.

Teknologi berubah dengan sangat cepat, membuat pilihan ‘terbaru’ pun yang menjadi usang saat ini. Ekonomi bergejolak meningkatkan tekanan dan suhu bagi perusahaan di bidang apapun. Semua serba cepat berubah, yang asalnya pesaing bisa jadi kini menjadi mitra, atau sebaliknya.

 

Perusahaan terus melakukan re-organisasi, sehingga menjadi acara tahunan. Sedangkan di sisi lain, karyawan semakin skeptis tentang melakukan strategi bisnis yang terus-menerus didefinisikan ulang.

 

Ini adalah realitas dunia saat ini. Sukses akan diraih oleh agen-agen perubahan yang menyimpan tenaga kerja ulet . Namun tak sedikit agen perubahan yang gagal dalam melaksanakan misinya.

 

Apa saja kesalahan mereka?

 

Para ahli dibidang perubahan merumuskan setidaknya ada lima kesalahan yang kerap dilakukan para agen perubahan. Kesalahan apakah itu? Simak lebih lengkapnya di sini agar Anda lebih memahani bagaimana menjadi agen perubahan yang baik dengan mengetahui kesalahan-kesalahan dari agen perubahan :

 

  1. Priority

Lebih mementingkan strategi daripada orang-orang. Pemimpin dapat mengembangkan strategi yang disusun yang menekankan pentingnya melakukan perubahan. Mereka mungkin mengasah keterampilan presentasi untuk menyampaikan pesan-pesan strategis.

Tapi upaya perubahan organisasi sering gagal bukan karena strategi yang buruk namun hampir selalu karena masalah “orang”. Jika setiap individu dalam organisasi tidak setuju dengan menyatakan rasional, jika mereka tidak terlibat dalam mengembangkan rencana strategis, dan jika mereka tidak mempercayai pesan yang disampaikan pemimpinnya, maka tidak akan ada perubahan yang berhasil.

 

  1. Logic vs Emotion

Lebih menekankan logika daripada emosi. Karyawan tentu saja perlu memahami realitas pasar yang merupakan kekuatan utama pendorong perubahan. Mereka perlu tahu konsekuensi jika tidak berubah. Dan mereka perlu mendengar jawaban atas pertanyaan tentang bagaimana perubahan akan berdampak pada mereka secara pribadi: Apa yang khusus berubah – dan apa yang tidak? Apa untungnya bagi saya? Bagaimana hal ini mempengaruhi pekerjaan saya dan keamanan saya? Apa keterampilan baru yang perlu saya pelajari?

 

  1. Attitude

Mengutamakan kata-kata daripada perilaku. Semua agen perubahan harus menyadari bahwa sesungguhnya perilaku Anda lebih persuasif daripada apa yang Anda katakan. Saat ini banyak trainer atau coach bidang komunikasi yang membantu para pemimpin menemukan kata-kata yang menginspirasi, mencerahkan, dan mengubah orang.

Namun tidak ada yang lebih menyedihkan daripada menonton perjuangan eksekutif untuk meyakinkan penonton dengan retorika yang bertentangan dengan perilaku kepemimpinannya. Jika pesan yang disampaikan adalah “Mari kita semua bekerja sama!” Namun karyawan melihat bahwa pemimpin senior tidak bekerja sama dengan baik, pesan kolaborasi tidak akan sampai.

 

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca tulisan di atas tentang agen perubahan? Jika Anda seorang Agent of Change dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi, tentunya Anda tak ingin kan hal di atas terjadi pada Anda?

Semoga artikel mengenai bagaimana menjadi agen perubahan yang baik bisa menjadi sumber inspirasi dan masukan untuk Anda yang ingin atau sedang ditugaskan untuk menjadi agen perubahan di perusahaan Anda.

Lihat megenai Agen Perubahan lebih lengkap di sini !

Pentingnya Budaya Organisasi dalam Perusahaan | LSP ESQ

Ketahui Pentingnya Budaya Organisasi untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja

By Corporate CultureNo Comments

Mengapa kita perlu mengetahui tentang pentingnya budaya organisasi? Simak alasannya pada tulisan di bawah ini.

Jika Anda mendengar tentang BUDAYA ORGANISASI, apa yang Anda pikirkan? Value? Kinerja? Tanggung jawab?

Jika Anda menjawab seperti itu, Anda tidak salah. Karena budaya organisasi berkaitan dengan VALUE dari sebuah perusahaan. Dengan value, Anda bisa tahu seberapa besar tanggung jawab orang-orang yang ada di dalam sebuah perusahaan. Anda pun bisa tahu bagaimana kinerja individu dalam sebuah perusahaan.

Setiap perusahaan ataupun organisasi pastilah memiliki budaya perusahaan. Budaya perusahaan/organisasi ternyata sangat penting bagi kelangsungan perusahaan.

Mengapa Anda harus mengetahui pentingnya budaya perusahaan?

Budaya perusahaan/organisasi sangat berperan penting dalam menciptakan kelancaran dalam segala aspek yang berjalan di perusahaan.

Budaya perusahaan merupakan pondasi yang berisi norma-norma, nilai-nilai, cara kerja karyawan dan kebiasaan yang bermuara pada kualitas kinerja organisasi Anda.

Apalagi, di jaman penuh persaingan ini, perusahaan diharuskan untuk memiliki kinerja yang sangat baik agar tak kalah dengan perkembangan zaman.

Dan, cara yang paling efektif untuk bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman adalah membangun budaya perusahaan yang unggul. Dengan budaya perusahaan yang unggul dan tepat, perusahaan Anda akan memiliki modal yang cukup untuk bersaing di era yang tak pasti ini.

Dalam menciptakan budaya perusahaan pun, pemimpin perlu hati-hati. Budaya perusahaan haruslah sesuai dengan visi misi perusahaan. Ini berguna agar visi misi perusahaan dapat berjalan dengan baik.

Budaya perusahaan merupakan cerminan dari perilaku petinggi di perusahaan. Banyak karyawan yang belum paham betul tentang arti budayaperusahaan secara benar. Yang banyak terlintas dipikiran para karyawan, budaya perusahaan adalah sebuah sikap atau perilaku yang ditunjukkan oleh para pimpinan di tempat mereka bekerja.

Tak hanya itu saja, Budaya perusahaan juga merupakan identitas sebuah perusahaan. Dengan identitas perusahaan yang kuat, sebuah perusahaan tidak akan terpengaruh budaya di luar perusahaan.

Bahkan budaya perusahaan sangat berpengaruh terharap kinerja karyawannya. Budaya perusahaan yang baik mampu membuat karyawan bekerja secara maksimal tanpa merasa tertekan dan dipaksa.

Ternyata sebegitu pentingnya budaya organisasi. Apakah perusahaan Anda sudah sadar akan pentingnya budaya perusahaan?

Sertifikasi Public Speaker | Lembaga Sertifikasi Profesi ESQ

Jadilah Public Speaker Handal dengan Memiliki Sertifikasi Public Speaker

By Public SpeakingNo Comments

Bagaimana cara mendapatkan sertifikasi public speaker agar dapat meningkatkan karier Anda?

Jaman semakin tak bisa ditebak. Ada saja hal-hal baru yang datang setiap harinya. Untuk bisa tetap bertahan ini era seperti ini, mau tak mau kita sebagai individu pun harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang tengah berlangsung sekarang.

Apalagi yang terjadi pada dunia kerja akhir-akhir ini. Perkembangan jaman yang maju membuat kita harus terus berinovasi agar bisa tetap survive. Era ini melahirkan generasi-generasi hebat yang sangat cepat menangkap ilmu dan perubahan yang ada.

Siapa yang tak ingin mempunyai karier yang jelas dan bagus. Jika ditanya, pasti kita semua akan jawab ingin punya karier yang cemerlang.  Ya…karier yang Anda jajaki saat ini menjadi salah satu tolak ukur Anda untuk sukses.

Jenjang karier yang lebih baik bisa kita dapatkan melalui SERTIFIKASI PROFESI. Sertifikasi Profesi menjadi langkah selanjutnya untuk kita para pekerja agar kita mempunyai bukti konkret bahwa kita mempunyai kemampuan yang sudah di akui.

Ya, memang tak semua perjalanan karier berjalan mulus. Namun, setidaknya Anda punya rencana untuk terus meningkatkan karier Anda ke depannya. Bagaimana caranya?

Salah satu cara untuk meningkatkan karier Anda adalah dengan mempunyai Sertifikasi Profesi.

Ini juga berlaku bagi Anda yang berprofesi sebagai pembicara ataupun public speaker. Dengan Sertifikasi Public Speaker, kemampuan Anda sebagai pembicara atau public speaker bisa terukur dengan jelas.

Public Speaker menjadi salah satu profesi yang bisa Anda tekuni. Berdasarkan data yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Inggris, ada 23 atribut soft skill yang harus diketahui oleh setiap individu.

Sertifikasi diperlukan untuk untuk mengetahui apakah seseorang yang menyandang sebuah profesi tertentu sudah punya kompetensi yang mumpuni. Kompetensi kerja adalah spesifikasi dari sikap pengetahuan dan keterampilan atau keahlian serta penerapannya secara efektif dalam pekerjaan sesuai dengan standard kerja yang dipersyaratkan.

Bagaimana dengan Anda? Sudah siapkah Anda menjadi seorang Public Speaker handal yang tersertifikasi?

LSP ESQ | Budaya Organisasi yang ideal

Budaya Organisasi Yang Ideal

By lsp esqNo Comments

Setiap perusahaan ataupun organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda. Sehat atau tidaknya budaya itu tergantung output yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Sehat atau tidaknya budaya organisasi itu bisa dilihat dari berbagai aspek.


Sebuah perusahaan atau organisasi dikatakan sehat dan ideal bila didalamnya terdapat hal-hal berikut :

1.Nilai-nilai budaya organisasi dianut secara bersama oleh seluruh pimpinan dan anggota organisasi.
2.Nilai-nilai budaya memengaruhi perilaku pimpinan dan anggota organisasi.
3.Membangkitkan semangat berperilaku dan bekerja lebih baik.
4.Resisten (kuat) terhadap tantangan eksternal dan internal.
5.Mempunyai sistem peraturan formal dan informal.
6.Memiliki koornidasi dan kontrol perilaku.

Berdasarkan 6 hal di atas, budaya organisasi sehat dan ideal adalah budaya organisasi yang nilai-nilainya, baik formal maupun informal dianut secara bersama dan berpengaruh positif terhadap perilaku dan kinerja pimpinan dan anggota organisasi sehingga sehat dalam menghadapi tantangan eksernal dan internal organisasi.

Adapun nilai-nilai budaya organisasi diterjemahkan sebagai filosofi usaha, asumsi dasar, slogan/moto organisasi, tujuan umum organisasi, dan prinsip-prinsip menjalankan usaha. Nilai-nilai tersebut bila dianut dan dilaksanakan secara bersama oleh pemimpin dan anggota organisasi maka dapat menyehatkan budaya organisasi.

Untuk membentuk sebuah perusahaan atau organisasi yang sehat dan ideal memang tidak mudah. Maka itu, perusahan atau organisasi haruslah melakukan sebuah tindakan yang mendorong terciptanya budaya yang ideal.

Bagaimana caranya ?

1. Memantapkan nilai-nilai dasar budaya perusahaan/organisasi
2. Melakukan pembinaan terhadap anggota perusahaan/organisasi
3. Memberikan contoh / teladan
4. Membuat acara-acaraa yang rutin
5. Memberikan penilaian dan penghargaan
6. Tanggap terhadap masalah eksternal dan internal
7. Melakukan koordinasi dan control

Sudahkan perusahaan atau organisasi Anda melakukan hal di atas?